Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
18 July 2024
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 710882
Pengunjung : 192528
Hari ini : 25
Hits hari ini : 163
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia

SOSOK PAHLAWAN DIERA MODERN

Tanggal : 05-01-2013 11:07, dibaca 997 kali.

          Sepuluh November merupakan momentum yang tepat untuk memaknai perjuangan para pahlawan yang telah melepaskan cengkeraman dari belenggu kolonialisme. Penjajahan dari bangsa Portugis hingga bangsa Jepang yang telah memporakporandakan sendi kehidupan negeri tercinta ini. Definisi atau arti dari pahlawan itu sendiri adalah seseorang yang telah memberikan kontribusi atau sumbangsih serta rela berkorban dalam segala aspek kehidupan.

            Peringatan dari 10 November bertujuan menanamkan jiwa patriotik dan nasionalisme pada generasi penerus bangsa. Bila kita menengok ke belakang, betapa kita patut mencontoh perjuangan dari arek-arek Surabaya dengan heroik melawan tentara NICA untuk mengusir mereka dari tanah kelahirannya. Bung Tomo merupakan tokoh sentral dalam pertempuran 10 November yang telah memimpin dan mengantarkan Surabaya pada titik kebebasan. warga sipil pun turut serta dalam mengusir penjajah.

            Setiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh bangsa Indonesia. Kebesaran arti Pertempuran Surabaya, yang kemudian dikukuhkan sebagai Hari Pahlawan sebagaimana kita peringati sekarang, terletak pada peran dan pengaruhnya bagi jalannya revolusi waktu itu. Pertempuran Surabaya telah dapat menggerakkan rakyat banyak untuk ikut serta, baik secara aktif maupun pasif dalam perjuangan melawan musuh bersama waktu itu. Peringatan Hari Pahlawan merupakan kesempatan bagi warga negara, bukan saja mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya demi memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Peringatan Hari Pahlawan 10 November juga merupakan kesempatan yang baik untuk selalu memupuk kesadaran bangsa.

            Ungkapan dari founding father's kita Ir. Soekarno “The great country is the country which respecting its own history” (Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akan sejarahnya) adalah ungkapan yang memberikan spirit kepada kita dalam menelaah dan menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan NKRI. Manifestasi dalam menghargai sejarah di era sekarang mengalami pembiasan makna. Menghargai bukan hanya memperingati hari besar nasional saja, melainkan mengisi kemerdekaan ini dengan tetap berpijak pada history.

Pada tahun 2012 ketika Negara dan bangsa kita memasuki periode baru yang penuh dengan berbagai masalah dan krisis, hendaknya kita mengenang dan merenungi kembali arti Hari Pahlawan 10 November. Dengan demikian kita akan ingat kembali bahwa berdirinya Negara RI ini adalah hasil perjuangan dalam jangka waktu yang lama dari banyak orang yang terdiri dari berbagai suku, agama, keturunan, ras dan berbagai macam pandangan politik.

Era sekarang telah berbeda dengan masa kolonialisme. Perjuangan zaman sekarang tidak dengan mengangkat senjata atau perjuangan fisik, melainkan berjuang untuk mengisi kemerdekaan pada bidang atau profesi masing-masing.

Bagaimana kita mengenal sosok pahlawan di era modern? Tentunya kita bisa mengenal sosok pahlawan yang ada di sekitar kita. Guru adalah profesi yang sangat mulia, guru juga bisa dikatakan pahlawan karena pengabdian dan dedikasinya dalam mendidik siswa-siswanya. Memaknai ungkapan Pahlawan tanpa tanda jasa adalah suatu realita. Guru tidak mengharapkan bintang lima ataupun penghargaan yang lain. Keberhasilan guru dalam mengantarkan anak didiknya hingga menjadi orang yang berarti adalah suatu kebanggaan tersendiri. Dengan demikian guru telah mencapai titik keberhasilan dalam mendidik siswa-siswanya.

Bila kita ingat perjuangan Kartini juga memberikan arti tersendiri. Kartini berusaha memperjuangkan peran perempuan dalam bidang pendidikan. Perempuan di era sekarang juga telah memberikan kiprah di bidangnya masing-masing. Perjuangan Kartini tidak menempatkan kita dalam kesetaraan gender, namun memberikan makna bahwa seorang perempuan memiliki peran dalam segala bidang kehidupan. Ibu yang telah mengandung, membesarkan, mendidik dan ibu yang “bekerja”. Sosok yang patut kita hargai dalam perjalanan hidupnya.

            Sosok lain yang patut kita teladani adalah seseorang yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan khususnya di Lembaga Pendidikan Assalamah Ungaran. Beliau adalah Bapak Muhri Mashudi atau yang akrab disapa Pak Hudi (Pembina Pendidikan Yayasan Assalamah Ungaran). Beliau rela melepas status Pegawai Negeri Sipil-nya jauh sebelum memasuki masa pensiun  (pensiun muda) demi merintis berdirinya Lembaga Pendidikan Assalamah Ungaran hingga sekarang. Hal ini merupakan pengabdian yang luar biasa demi keberhasilan bidang pendidikan.

Ada sosok lain yang paling utama di balik kokoh berdirinya Assalamah Ungaran yaitu Ibunda Hj. Syarifah Rugayah Assegaf. Beliau adalah pionir dari Yayasan Assalamah Ungaran. Kontribusi beliau dalam dunia pendidikan patut kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Karena tanpa beliau Yayasan Assalamah Ungaran tidak akan berdiri hingga sekarang.

            Sosok selanjutnya yang patut kita berikan apresiasi adalah petugas kebesihan di manapun mereka berada. Karena tanpa mereka lingkungan kita tidak akan terjaga kebersihannya. Petugas keamanan juga memberikan kontribusi dalam bidang pengamanan yang kita butuhkan setiap hari. Bayangkan saja bila negeri ini tanpa satuan keamanan yang memadai, maka bangsa-bangsa lain yang punya kepentingan terhadap wilayah NKRI akan mudah menguasainya.

Masih segar dalam ingatan kita akan kasus Sipadan dan Ligitan yang secara yuridis termasuk wilayah Indonesia menjadi milik Malaysia. Merupakan evaluasi bagi kita bersama atas keutuhan dan kedaulatan wilayah Indonesia dan merupakan harga mati yang harus kita petahankan. Kasus Ambalat yang mulai  dilirik negara tetangga juga patut kita waspadai.

            Terakhir, pahlawan yang kita kenang sepanjang masa adalah orang tua kita tercinta. Berkat beliaulah hidup ini memiliki warna dan arti tersendiri. Perjuangan beliau begitu besar dan tulus dalam mengantarkan kita untuk meraih harapan-harapan yang belum kita capai. Penulis juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ayahanda tercinta, karena beliaulah motivator dalam perjalanan hidup ini, juga sebagai sosok sederhana dan peduli terhadap sesama. Terima kasih atas jasa-jasamu. Hidup…hidup…hidup Pahlawan !!! Semoga semangatmu selalu menggelora dan memberikan inspirasi untuk menata hari esok yang lebih indah.



Pengirim : Oleh : Ratih Laily Mir\'atin, S.Pd., M.Hum (Guru SDIT Assalamah
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Jamestus -  [jameselawn@mail.ru]  Tanggal : 05/02/2017
No matter how you do it, losing weight is an individual thing. Friends can help you but they can't lose the weight for you. You've got to take charge of your weight loss from the beginning if you want to get serious about losing weight. The following tips will help.


   Kembali ke Atas