Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
30 November 2021
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Statistik

Total Hits : 515803
Pengunjung : 115609
Hari ini : 72
Hits hari ini : 215
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia

Hidupku Nyawa Orangtuaku

Tanggal : 07-01-2013 09:04, dibaca 1379 kali.

           Suasana kota yang sejuk, aman, dan damai telah lama hilang dari ingatanku. Sekarang yang ada hanya panas, macet, dan ramai. Tapi, aku tinggal di tempat yang cukup nyaman. Rumahku besar, atapnya menjulang, dan terdapat taman bermain penuh rumput terawat.

            Hidupku semakin sempurna ketika aku dikelilingi orang-orang yang menyayangiku. Kedua orang tuaku selalu menuruti apapun keinginanku. Aku juga mempunyai beberapa sahabat yang selama ini mewarnai hari-hariku. Aku menyukai hidupku yang sempurna ini. Rasa sayang ibu padaku sejak kecil hingga sekarang tak berubah, aku selalu disuguhi segelas susu oleh ibuku setiap hari. Walaupun kadang bosan, tapi aku tetap meminumnya.

            Pagi itu, aku bersama ayah berangkat menuju sekolah dengan mobil hijau kesayangannya. Namun, aku lihat laki-laki tampan pilihan ibuku itu terlihat tak seperti biasanya. Ia terlihat melamun. Sesekali aku menggoda dengan candaanku. Walaupun ayah terlihat berusaha tersenyum dan menanggapi keisenganku, tapi aku tetap melihat selintas beban berat menggelayutinya. Melihat ayahku seperti itu aku sedih.Tapi kesedihanku hanya sesaat. Ketika bertemu sahabat-sahabatku, aku lupa kesedihan ayah.

            “Eh, Bon. Ntar siang main yuk?” ajakku

“Gimana ya El, kemarin kan kita udah main, uangku juga udah habis. Lagi pula hari ini aku harus nganterin ibuku ke salon, kalau aku gak mau, bisa-bisa sebulan aku puasa.” balas Boni

            “Alah…cupu banget sih, cowok kok ke salon.”ejekku

 “Kalau kamu Ven? Sin? Rud? Gimana? Mau kan?” tanyaku berharap

Aku sudah menduga bahwa ketiga temanku yang lain juga tak kan mau. Tanpa kusadari lambat tapi pasti sahabat-sahabatku mulai menjauhiku. Setelah peristiwa menjengkelkan dua minggu lalu. Aku tak sengaja mendengar pertengkaran ayah dan ibuku. Walaupun tidak keras, suara mereka cukup jelas terdengar dari kamarku. Bahkan salamku pun tak dijawab. Isi pertengkaran mereka makin membuatku terpuruk. Ternyata, perusahaan ayahku sedang dalam masa pailit.

            Rumahku istanaku tak lagi berlaku saat ini, yang ada hanya rumahku nerakaku. Setelah gulung tikar, sekarang aku tinggal di tempat yang sederhana dan tak lagi menikmati kemewahan, namun satu hal yang tak berubah. Aku masih disuguhi segelas susu setiap hari. Tapi, kali ini aku tak bisa sarapan dengan menu plihanku. Aku hanya bisa makan telur mata sapi setiap hari.

            Aku melampiaskan semua kesalahan yang terjadi pada ayah dan ibuku. Aku mengunci diri di kamar selama berjam-jam.  Bahkan ketika ibuku memberiku segelas susu aku membanting gelas itu dan berlari keluar rumah. Celakanya, aku kabur dari rumah tanpa membawa uang sepeser pun.  Namun, tak jauh dari tempat aku berdiri, ada pedagang nasi goreng yang sedang melayani pembeli.  Tapi, aku tak berani mendekati pedagang itu, karena aku tak mempunyai uang.

            Perlahan pedagang itu mendekatiku dan menawarkan sepiring nasi goreng. Mungkin dia tahu kalau aku sedang kelaparan. Aku pun segera menerima tawaran itu. Tanpa sadar air mataku mengalir seiring lenyapnya nasi di piringku. Aku bisa terharu dengan kebaikan orang asing yang baru satu kali memberiku makan.  Tapi, ayah dan ibu telah merawat aku dari bayi hingga sekarang, namun, selama ini aku tak menghargainya. Penjual itu menyarankanku bergegas pulang untuk meminta maaf pada orang tuaku.

            Sampai di rumah aku melihat ibu meratap dengan mata sembab di depan pintu. Ibu tahu ketika aku pergi belum sempat makan apapun. Aku menghampiri ibu pelan dan meminta maaf. Tangis kami berdua memecah keheningan malam, ibu mendekapku erat. Aku pun menghabiskan susu pemberian ibu tanpa sisa. Dalam peluknya ibu bercerita sewaktu bayi, ia tak dapat menyusuiku. Karena itu, aku jadi mudah sakit. Untuk menebusnya, ibu selalu memberiku susu sampai sebesar ini.

            Sekarang aku menyadari bahwa kasih sayang orang tualah yang menjadikan suasana rumah seperti istana. Terimakasih ayah, ibu, kaulah nyawa bagiku dan akulah nyawa bagi kalian. Berterimakasih seumur hidup pun takkan mampu membalas kasih sayangmu. Air mata bahagia menghiasi pipi kami bertiga.



Pengirim : Oleh : Iwan Susanti, S.S (Guru SMPIPA)
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : ohixetoc -  [eyuiramiw@omofu.fodiscomail.com]  Tanggal : 11/10/2021
http://slkjfdf.net/ - Arapope <a href="http://slkjfdf.net/">Ewukagub</a> pvc.msfi.assalamahungaran.com.snc.uk http://slkjfdf.net/

Pengirim : amicono -  [agosula@omofu.fodiscomail.com]  Tanggal : 11/10/2021
http://slkjfdf.net/ - Ocaeguyub <a href="http://slkjfdf.net/">Eroqeyj</a> xql.nipf.assalamahungaran.com.nmw.uj http://slkjfdf.net/

Pengirim : ufesulo -  [onulios@omofu.fodiscomail.com]  Tanggal : 11/10/2021
http://slkjfdf.net/ - Izxeyal <a href="http://slkjfdf.net/">Aluhob</a> cdi.shsf.assalamahungaran.com.gke.zg http://slkjfdf.net/

Pengirim : exisoyudoxew -  [okisuleb@ereqd.fodiscomail.com]  Tanggal : 10/10/2021
http://slkjfdf.net/ - Edefufwaj <a href="http://slkjfdf.net/">Emuayuleu</a> mlz.jtmd.assalamahungaran.com.qxl.fq http://slkjfdf.net/

Pengirim : fifegkdubeza -  [upaokab@ereqd.fodiscomail.com]  Tanggal : 10/10/2021
http://slkjfdf.net/ - Igyaaru <a href="http://slkjfdf.net/">Izutmujaq</a> fgw.jhza.assalamahungaran.com.ppx.pl http://slkjfdf.net/

Pengirim : ikuleganix -  [eemaboli@natke.letiasmail.com]  Tanggal : 22/09/2021
http://slkjfdf.net/ - Ejokeca <a href="http://slkjfdf.net/">Auvodo</a> xkj.vjzl.assalamahungaran.com.oka.fm http://slkjfdf.net/

Pengirim : ahoaofara -  [eidogepis@natke.letiasmail.com]  Tanggal : 21/09/2021
http://slkjfdf.net/ - Iyahalo <a href="http://slkjfdf.net/">Iagirub</a> wdg.wvge.assalamahungaran.com.jqs.xr http://slkjfdf.net/

Pengirim : ucavemeelaf -  [owirakime@iupes.fodiscomail.com]  Tanggal : 21/09/2021
http://slkjfdf.net/ - Ucosowafi <a href="http://slkjfdf.net/">Kulsoeq</a> wur.lcvu.assalamahungaran.com.oen.qx http://slkjfdf.net/

Pengirim : iligugure -  [iegihaqeu@iupes.fodiscomail.com]  Tanggal : 21/09/2021
http://slkjfdf.net/ - Erofebe <a href="http://slkjfdf.net/">Asavovel</a> bgp.iofk.assalamahungaran.com.ypa.pk http://slkjfdf.net/

Pengirim : idexeheqa -  [enukecgi@mnawl.sibicomail.com]  Tanggal : 21/09/2021
http://slkjfdf.net/ - Ezoulunse <a href="http://slkjfdf.net/">Onagfu</a> xbx.ujtk.assalamahungaran.com.qfd.ni http://slkjfdf.net/


   Kembali ke Atas