Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
30 November 2021
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Statistik

Total Hits : 515709
Pengunjung : 115602
Hari ini : 65
Hits hari ini : 121
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DENGAN KETELADANAN DAN PEMBIASAAN

Tanggal : 07-01-2013 09:07, dibaca 1076 kali.

“Setiap anak  dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci dan bersih). Kedua orang tuanya yang menjadikannya beragama Nasrani, Yahudi, dan Majusi.” (HR. Bukhori, Muslim dan Ahmad)”

            Anak yang baru lahir adalah ibarat kertas kosong yang masih putih bersih bebas dari tulisan atau gambar, baik buruk tulisan atau gambar tergantung para penulisnya. Dalam hal ini yang berperan  membuat baik dan buruk adalah orang tua atau pendidik, karena orang tua merupakan pendidik utama dan pertama dalam kehidupan anak. Jika anak dididik dan dibiasakan dengan kebaikan maka anak akan tumbuh menjadi anak yang baik. Sebaliknya jika anak dididik dan dibiasakan dengan keburukan maka anak akan menjadi anak yang berperilaku buruk.

            Mempunyai anak-anak yang cerdas dan berakhlak mulia tentu menjadi impian serta harapan setiap orang tua dan pendidik. Anak-anak tidak hanya unggul di bidang akademik saja, Namun juga mempunyai perilaku dan budi pekerti yang luhur sehingga mampu membentengi mental dan jiwa mereka dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua atau pendidik untuk mewujudkannya adalah dengan pendidikan karakter.

            Pendidikan karakter adalah usaha untuk mendidik karakter seseorang yang meliputi keimanan, kejiwaan, akhlak dan budi pekerti sehingga menjadi lebih baik. Pendidikan karakter hendaknya diajarkan sejak dini  karena anak usia dini sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental sehingga pada masa ini disebut masa keemasan atau golden age. Masa tersebut merupakan masa peka bagi anak. Karena saat itu, terjadi pematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespons stimulasi yang diberikan lingkungan. Dan segala sesuatu yang dipelajari anak pada usia dini akan berdampak pada kehidupan di masa yang akan datang (Patmonodewo, 2000: 74)

Salah satu cara menerapkan pendidikan karakter yaitu melalui keteladan dan pembiasaan kepada anak. Keteladan adalah usaha yang dilakukan orang tua atau pendidik dengan memberikan contoh atau teladan yang baik terhadap anak  bagaimana cara berbicara, berbuat, bersikap, mengerjakan sesuatu atau cara beribadah, sehingga anak dapat meniru dan melakukannya dengan lebih baik seperti yang dicontohkan. Misalnya : berbicara lembut, ramah, sopan, jujur, sabar, suka menolong, suka bershodaqoh, dan lain-lain.

            Albert Bandura dalam (Suyanto, 2005:111) mengidentifikasikan cara belajar anak dengan menjadikan perilaku orang lain sebagai model atau disebut dengan teori learning by modeling yaitu anak belajar dengan mencontoh perilaku orang lain, baik orang tuanya, guru, aktor film di televisi maupun  profesi lainnya. Menurut Bandura informasi dari lingkungan tentang suatu perilaku atau kegiatan ditransfer oleh anak menjadi bentuk-bentuk simbolis dengan cara menirunya. Oleh karena itu, orang tua atau pendidik harus benar-benar bisa menjadi contoh dan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, karena hal tersebut akan dibaca dan direkam dalam memori anak-anak dan dijadikan sebagai panutan dalam bertingkah laku.

            Sedangkan Pembiasaan adalah usaha mendidik dan melatih secara terus menerus oleh orang tua atau pendidik untuk menciptakan suatu kebiasaan yang baik bagi anak. Seorang anak yang terbiasa berperilaku baik diharapkan dalam kehidupannya nanti akan menjadi seorang yang berkarakter baik.

             Menumbuhkan kebiasaan yang baik ini tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang tidak singkat, namun jika sudah menjadi kebiasaan akan terasa ringan. Misalnya : mengucap salam ketika masuk dan keluar rumah, berdoa ketika mulai dan selesai beraktivitas, shalat, mengaji, disiplin, dan lain-lain.

            Dan semua itu akan berhasil jika dilakukan dengan penuh ketelatenan, kesabaran dan kedisiplinan dari orang tua atau pendidik. Semoga kita sebagai orang tua atau pendidik bisa memberi keteladanan dan pembiasaan yang baik kepada anak-anak kita, dan jika itu belum kita lakukan tidak ada kata terlambat untuk memulainya dari sekarang. Semoga Allah memudahkan niat baik ini sehingga  kita bisa mewujudkan generasi yang yang cerdas, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Amin….



Pengirim : Oleh : Rokhana Dyah Astuti, S.Pd.I Guru TKIPA
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas